5/29/2014

GUPRES 2014 : ADMINISTRASI GUPRES


BAB I
LATAR BELAKANG
A.                MOTIVASI
Sebagai Pembantu Kepala Sekolah (PKS) urusan kurikulum pada tahun 2012 sebenarnya Kepala Sekolah telah memilih dari sekolah 3 orang sebagai guru berprestasi, dan salah satunya akan mewakili sekolah untuk berkompetisi ketingkat kabupaten, karena pada waktu itu masa kerja penulis baru 4 tahun, penulis belum merasa layak menjadi guru berprestasi, melihat usia dan masa kerja penulis, maka penulis mengalah dan merasa belum pantas untuk ikut ketingkat kabupaten, maka pada waktu itu diputuskan yang ikut adalah Ibu Mintauli Tarigan,S.Pd, yang dimana menurut penulislebih layak menjadi utusan  dari sekolah dilihat dari usia, masa kerja, pengalaman kerja, walaupun pada akhirnya ibu tersebut belum berhasil menjadi yang terbaik ditingkat kabupaten.
Pada bulan Maret 2013, Bapak Kepala Sekolah kembali mengusulkan penulis menjadi calon guru berprestasi, mewakili sekolah untuk maju ketingkat kabupaten, tetapi dengan tidak mengurangi rasa hormat penulis Bapak kepada Kepala Sekolah, penulis tidak mengiyakan untuk ikut menjadi guru berprestasi pada waktu itu, maka Kepala Sekolah mengirimkan Bapak Sidi Aklex Cibro,S.Th, sebagai utusan dari sekolah, walaupun akhirnya Bapak Sidi Alex Cibro,S.Th tidak berhasil juga menjadi yang terbaik ditingkat kabupaten.
portopolio gupres

Melihat hal tersebut, penulis jadi bertanya kepada kedua rekan penulis tersebut, maka kedua rekan penulis tersebut menjelaskan bagaimana sistem penilaian dan materi yang diujikan, salah satunya adalah sejauh mana kita telah berhasil mendidik anak-siswa dan sejauh mana kita telah menghasilkan siswa yang berhasil mengikuti lomba-lomba, baik ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi,nasional maupun Internasional, walaupun masih bnayak kriteria yang lain. Sejenak penulis merenung dan mengingat apa yang telah penulis lakukan, baik dari pengembangan profesi, maupun pembimbingan terhadap siswa dan penulis bertekad bila penulis terpilih dari sekolah penulis akan mengikutinya dengan penuh semangat, antusias dan tanggungjawab.
Pada awal bulan Maret 2014, yang penulis tunggu dan harapkan datang juga, Bapak Kepala sekolah dan guru-guru berserta komite sekolah mengusulkan penulis untuk mewakili sekolah menjadi guru berprestasi untuk maju ketingkat kabupaten, dengan penuh semangat,antusias, penulis langsung mengiyakan dan mempersiapkan segala administrasi dan dokumen pendukung lainya, penulis juga ingin membuktikan bahwa penulis layak menjadi guru berprestasi tingkat Kabupaten dan selama ini kedua rekan penulis terdahulu tidak pernah menjadi yang terbaik, dan sekolah tempat penulis mengajar selalu merupakan gudang siwa-siswai yang berprestasi baik ditingkat kecamatan,kabupaten,provinsi dan nasional terbukti dari setipa lomba yang diikuti selalu menjadi yang terbaik dan pada tahun 2013 penulis menjadi pemenang olimpiade guru tingkat SMP/SMA jurusan ekonomi, hal inilah yang melayakkan penulis dan memotivasi penulis untuk maju menjadi guru berprestasi ditingkat kabupaten.
Dengan penuh semangat dan antusias dan penuh harapan akan menjadi yang terbaik, maka penulis berangkat untuk mengikuti tes yang dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kabupaten pakpak Bharat, dimana tim pengujinya langsung dari LPMP Sumatera Utara, dan pada akhirnya penulis dinobatkan menjadi pemenang terbaik ( Juara I) , dan pada saat itu Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat mengumumkan bahwa juara I, akan mewakili Kabupaten untuk maju ketingkat Provinsi
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas prestasi yang diraih, dengan rasa bangga penulis mengabari istri dan istri penulis mengucapkan :”selamat ya papi teruslah berjuang dan berusaha semoga ditingkat provinsi menjadi yang terbaik”, dan saya juga mengatakan kepada anak saya yang masih berumur 2 tahun 2 bulan, :” anakku papi juara, doakan ya papi untuk bertanding ditingkat Provinsi, semoga papi menjadi yang terbaik juga”, dan anak penulis menjawab dengan gaya kekanak-kanakannya :’ya papi..”
Hal inilah yang semakin membakar semangat penulis untuk mengikuti seleksi guru berprestasi tingkat provinsi.
Setibanya disekolah penulis juga disalami bapak/ibu guru sebelumnya sudah disalami oleh Bapak Kepala Sekolah, karena Bapak Kepala sekolah penulis juga terpilih menjadi kepala sekolah berprestasi ( Juara I ) tingkat kabupaten, dan bapak/ibu guru mengucapkan selamat, dan bertanya bagaimana kelanjutanya, apakah dikirim ketingkat provinsi, penulis mengatakan :”ya”. Rekan-rekan guru  mengucapkan :’ kami yakin sama bapak, bapak pasti bisa melaju ketingkat nasional, karena bapak telah pernah mengantarkan anak didik kita ke istana Presiden’, semangat penulis semakin berapi-api dan semakin berhasrat menjadi yang terbaik dan berkeinginan juga menginjakkan kaki ke istana Presiden melalui program pemilihan guru berprestasi ini.
Kemudian penulis masuk kedalam kelas dan siswa-siswi mengucapkan selamat atas prestasi yang telah penulis raih dan mereka mengucapkan semoga menjadi yang terbaik ditingkat berikutnya.
Dan penulis juga menerima telepon dari sanak keluarga yang tetap memberi motivasi kepada penulis supaya tetap semangat dan selalu mendoakan penulis semoga menjadi yang terbaik nantinya ditingkat provinsi.
Hal-hal tersebut di ataslah yang memotivasi penulis mengikuti seleksi guru berprestasi ini dan kiranya segala harapan-harapan dan doa yang mendukung penulis bisa terkabul.

B.     Visi Misi Hidup dan Kehidupan Sebagai Guru
Dalam kehidupan ini hendaknya setiap manusia harus memiliki tujuan yang harus dicapai dan bagaimana mewujudkan tujuan tersebut harus jelas, suapa tujuan tersebut lebih mudah terwujud. Tuhan menciptakan manusia mempunyai tujuan untuk memenuhi bumi ini dan menguasainya dan memelihara bumi ini, begitu juga seorang guru termasuk penulis mempunyai banyak tujuan.
Begitu juga pemerintah mempunyai tujuan di bidang pendidikan yang dimana tertera dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab II Pasal 3 dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Maka berikut penulis menjabarkan visi dan misi penulis dalam hidup dan kehidupan sebagai guru.



  1.  Visi
Mewujudkan pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, berkarakter dan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ingin mewujudkan peserta didik penulis menjadi peraih-peraih nobel pendidikan”

  1.  Misi
    1. Meningkatkan kualitas penulis sebagai guru dengan terus belajar dan mengembangkan diri dan meraih pendidikan yang lebih tinggi
    2. Terus berinovasi dalam bidang pembelajaran
    3. Meningkatkan kreatifitas penulis sebagai guru
    4. Menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik, orangtua peserta didik,rekan guru dan masyarakat.
    5. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
    6. Belajar dari pengalaman dan memperbaiki pengalaman yang tidak baik
    7. Terus belajar dengan sungguh-sungguh
    8. Menjadi sahabat siswa
BAB II
PRESTASI YANG LAYAK MENJADIKAN  PENULIS SEBAGAI GURU BERPRESTASI

A.    Prestasi yang telah dicapai
Penulis dilahirkan dari keluarga petani yang sederhana, namun itu tidak menyederhanakan pemikiran penulis untuk tidak meraih prestasi dan pendidikan yang tinggi, mulai dari sekolahn dasar penulis sudah dilatih dan dibiasakan dalam berkompetisi, ketika SD penulis selalu menjadi perwakilan setiap lomba, misalnya lomba pidato, lomba pengetahuan bidang studi, lomba cerdas cermat, dan lain-lain dan selalu mendapatkan hasil yang terbaik, dan ketika duduk dibangku SMP penulis selalu menjadi juara kelas, setelah tamat SMP penulis melanjutkan sekolah penulis ke SMK, jurusan Akuntansi  dan penulis selalu meraih nilai yang cukup baik. Pada waktu duduk dibangku Sekolah Menengah Kejuruan penulis pernah mewakili kelas penulis mengikuti lomba pengetahuna Komputer dan ketika itu penulis masuk 5 besar. Dan pada waktu duduk dibangku Sekolah Menengah Kejuruan penulis juga terpilih menjadi ketua NHKBP (Naposo Bulung Huria Kristen Batak Protestan), yaitu perkumpulan muda-mudi gereja.
Setelah lulus SMK, penulis mendapat ucapan selamat dari bapak/ibu guru penulis di SMK, karena penulis telah berhasil menjadi peraih nilai Kompetensi Akuntansi tertinggi, untuk tingkat Kotamadya Pematang Siantar, yaitu 9,40 ( mendekati nilai sempurna).
Setelah penulis tamat SMK, penulis berkeinginan  melanjutkan  ke perguruan tinggi tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan karena orangtua tidak mengijinkan penulis melanjut karena keterbatasan biaya, tetapi dalam hati penulis, bahwa penulis akan jadi sarjana.
Berbekal ijasah SMK pada tahun 2000 dan uang Rp.100.000,- , penulis berangkat ke Medan dan tinggal sementara di rumah keluarga, dan penulis memulai melakukan pencarian kerja, pada waktu itu penulis membaca koran dan menemukan lowongan pekerjaan di Pizza Hut , penulis mengirimkan lamaran dan kemudian penulis dipanggil untuk mengikuti test, dari sekian banyak orang yang mengikuti test dan hanya 4 orang yang diterima dan penulis bersyukur penulis dalam salah satunya, dan penulis mulai bekerja dan penuh semangat sambil penulis berdoa dan penuh semangat saya pasti sarjana, pekerjaan ini akan mengantarkan penulis bisa jadi sarjana. Waktu demi waktu saya lalui  dan penulis tetap belajar dan selalu berusaha meminjam buku dari teman-teman bank soal UMPTN, sambil bekerja penulis tetap belajar mandiri.
Tiba waktu untuk mendaftar peserta UMPTN, dan penulis mendaftar diri dengan biaya sendiri, setengah dari gaji penulis perbulan penulis pergunakan untuk mendaftar, penulis mempunyai keyakinan dan berdoa Tuhan pasti cukupkan segala kebutuhan penulis dan pada saat pengumuman UMPTN, syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulis bisa lulus pada pilihan pertama yaitu Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Tanpa ada keraguan , walaupun gaji penulis pada waktu itu Rp.250.000,-, penulis mendaftar diri menjadi mahasiswa di UNIMED, dimana pada waktu itu untuk uang registrasi sebesar Rp.600.000,-, dengan meminta bantuan dari abang penulis, maka penulis bisa mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di UNIMED angkatan 2001.
Hari demi hari penulis lalui dengan kuliah sambil bekerja di Pizza Hut, ini adalah merupaka salah satu prestasi bagi saya, karena tidak semua orang bisa melakukan dan tidak semua orang sanggup melakukan apa yang penulis lakukan pada waktu itu, penulis bekerja pada shift malam dan kuliah pada pagi hari, dalam hal ini penulis dituntut untuk pintar mengatur waktu dan istirahat.
Setiap pagi hari bangun jam 06:30 WIB, untuk berangkat kuliah dan pulang jam 14:00 WIB, dan istirahat selam 2 jam, diwaktu istirah inilah penulis gunakan waktu penulis untuk belajar mandiri, kemudian berangkat jam 16:00 WIB untuk bekerja dan pulang pukul 24:00 WIB. Beginilah hari-hari yang penulis lalui selama mengikuti perkuliahan, namun penulis tidak pernah mengeluh dan semua penulis lakukan dengan penuh semangat dan antusias karena dalam pikiran penulis masih tertanam bahwa saya harus sarjana. Setelah satu semester penulis kuliah penulis menerima hasil studi dan puji Tuhan bisa meraih Indeks prestasi 3,44, nilai yangs sangat baik bagi yang kuliah sambil kerja yang dimana teman penulis yang hanya kuliah saja belum tentu bisa meraih nilai sebaik penulis, karena penulis memang sangat mempergunakan waktu itu dengan penuh harga, ini juga merupakan alasan penulis bisa dipilih menjadi guru berprestasi.
Dalam hati penulis tetap tertanam, saya harus sarjana yang berkualitas dan bernilai jual, dan harus tamat dengan tepat waktu,  inilah mimpi penulis dan penulis percaya mimpi itu akan terwujud dan penulis tetap berusaha.
Penulis termasuk orang yang beruntung walaupun kuliah sambil bekerja penulis pernah meraih penghargaan dari tempat penulis bekerja sebagai crew terbaik dalam perayaan ulang tahun Pizza Hut, dan penulis juga pernah mengikuti loba crew terbaik untuk tingkat area Sumatera Aceh, dan penulis pernah dipromosikan menjadi staff HRD di Jakarta.
Walaupun terkadang kurang istirahat penulis selalu berusaha menjadi mahasiswa yang terbaik dan menjadi karyawan yang baik juga. Karena penulis bisa kuliah karena berkat Tuhan yang diman penulis diberikan kekuatan, kesehatan bisa kuliah sambil bekerja, dan tetap seimbang antara kuliah dan pekerjaan.
Berbicara dengan karir di Pizza Hut, berjalan dengan lancar dan terus naik, dimana dalam waktu 3 tahun penulis sudah diberi kesempatan menjadi crew trainner ( pelatih crew). Berdasarkan ilmu pendidikan yang penulis peroleh dibangku perkuliahan, maka penulis sukses menjadi crew trainner dan dibangku kuliah saya juga memperoleh nilai yang baik dan saya tamat kuliah dengan tepat waktu dan meraih nilai yang baik, dimana pada waktu itu IPK saya 3,34, nilai yang memuaskan bagi penulis yang kuliah sambil bekerja, walaupun pada masa kuliah penulis tidak pernah jalan-jalan seperti yang temen-temen kuliah penulis lakukan.
Karena pekerjaan termasuk kategori pendidik maka penulis juga mencintai pekerjaan ini, setelah penulis tamat sarjana pendidikan penulis langsung dipromosikan menjadi middle management yaitu shift leader. Puji Tuhan dengan melalui berbagai test penulis bisa lulus menjadi shift leader tersebut, dimana penulis termasuk shift leader yang termuda, karen pada waktu itu untuk menjadi shift leader jarang yang hanya sekali test bisa menang, tetapi lain dengan penulis, ini juga merupakan salah satu prestasi yang pernah penulis raih yang juga bisa melakyakkan penulis menjadi guru berprestasi.
Pada tahun 2007, penulis melamar jadi guru PNS, dan puji Tuhan dari kuota 2 orang dan yang melamar pada waktu itu cukup banyak, penulis menjadi salah satu pemenangnya. Dan dengan senang hati penulis melengkapai segala berkas yang dibutuhkan dan penulis ditempatkan di SMP Negeri 1 Sitellu Tali Urang Julu. Menjadi pemenang dari   sekian banyak pelamar  merupakan salah satu prestasi penulis yang bisa diperhitungkan juga.
Setelah menjadi guru di SMP Negeri 1 Sitellu Tali Urang Julu, tidak beberapa lama kemudian penulis diberikan tugas tambahan sebagai PKS Humas, yang dimana pada waktu masih banyak guru-guru senior tatapi menurut kepala sekolah bahwa penulis yang lebih layak menjadi penerima tugas tambahan tersebut, semua penulis lakukan,  kemudian penulis diangkat lagi menjadi PKS kesiswaan yang dimana juga penulis pernah menolaknya dan kepala sekolah mengatakan bapak mempunyai dedikasi tinggi kepada sekolah ini maka bapak layak menerimana tugas tambahan ini, dan semua penulis kerjakan dengan penuh tanggungjawab dan semangat, terbukti ketika penulis menjadi PKS Kesiswaan penulis banyak membina siswa dan memenangkan berbagai lomba yang diadakan baik ditingkat kecamatan, kabupaten,provinsi maupun nasional.
Pada tahun 2012, penulis ditawarkan kepala sekolah menjadi PKS kurikulum, dimana menurut penulis bagian kurikulumlah motor daripada sebuah sekolah, dan ini merupakan pekerjaan yang cukup menantang, maka dengan semangat penulis juga menerima pekerjaan ini dan melakukannya dengan penuh semangat, dan pada waktu itu penulis a masih termasuk guru muda dan ini merupaka prestasi yang penulis raih dimana masih banyak guru-guru senior tetapi penulis yang dipilih, ini yang membuat penulis banyak belajar dari rekan guru, dan penulis selalu belajar dari internet.
Waktu terus berjalan, dan pada tahun 2013 di lingkungan pemerintahan Kabupaten pakpak Bharat dilaksanakan pemilihan guru olimpiade tingkat SMP dan SMA, yang dimana merupaka tantangan terberat penulis adalah bahwa pada waktu itu materi untuk guru SMP dan SMA disamakan, maka dengan penuh persiapan dan semangat yang tinggi saya mengikuti olimpiade tersebut tanpa ada keraguan, penulis menjadi pemenang dalam olimpiade tersebut dan berhak mendapat hadiah studi banding ke Jakarta selama 4 hari, dan kami diberangkatkan oleh Bapak Bupati Pakpak Bharat.
Dalam studi banding tersebut penulis dan rombongan banyak mendapat pelajaran yang positif dari sekolah yang kami kunjungi, karena yang berangkat pada waktu itu adalah guru-guru pemengan olimpiade yang diamna pada waktu itu ada 5 bidang studi yang dilombakan yaitu Ekonomi, Fisika,Matematika, Kimia,Biologi.
Gambar 3 : Penulis Pemenang Olimpiade Guru dan hadiahnya studi banding Ke Jakarta yaitu ke SMA 81 Jakarta

B.     Pengalaman Kerja Sebagai Guru

Sebelum penulis menguraikan pengalaman penulis, seperti terdahulu yang penulis jabarkan bahwa penulis juga sudah menjadi pendidik tenaga kerja (crew trainner) di Pizza Hut, namun demi kecintaan penulis dalam dunia anak-anak,dunia pendidikan  dan lebih memperdalam praktik ilmu kependidikan yang penulis peroleh dalam bangku kuliah, maka penulis melamar menjadi guru PNS pada tahun 2007 di Kabupaten Pakpak Bharat .
Penulis ditempatkan di SMP Negeri 1 STTU JULU, salah satu SMP Negeri di kabupaten Pakpak Bharat, dengan bermodalkan berani dan berdoa, penulis menyusuri dan mencari sekolah tersebut, karena jujur itu adalah penaglaman pertama saya menyusuri kabupaten itu, penulis belum mengenal betul letak geografisnya maupun demografisnya.
Dari segi kebudayaan , tempat penulis mengajar ini sangat berbeda karena masih tergolong daerah terpencil dan kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan yang selama ini penulis tinggal, untuk itu diperlukan adaptasi yang cepat terhadap lingkungan, maka penulis memilih tinggal dekat lingkungan sekolah yang jaraknya 50 meter dari tempat penulis tinggal.
              Pada waktu itu penulis langsung melapor ke sekolah dimana penulis ditempatkan dan membawa surat penugasan dari pemerintahan kabupaten Pakpak Bharat. Dengan senang hati bapak/ibu guru yang berda di lingkungans ekolah sangat menerima kami, dan anak didik disekolah tersebut juga sangat ramah dan sopan sanagt menghargai kami sebagai bapak/ibu guru mereka.
              Setelah melapor maka penulis langsung menerima surat tugas dari kepala sekolah , penulis mengajar di kelas IX, dan kelas VII. Ketika membaca standar isi dari IPS, penulis melihat bahwa disana bidang studi IPS adalah bidang studi yang dipadukan dari beberapa bidang studi yaitu sejarah, ekonomi, sosiologi, dan geografi, sementara penulis adalah tamatan jurusan ekonomi. Dengan ini penulis sangat tertantang, karena penulis berkeingina menjadi guru yang profesional yang menguasai materi ajar, maka saya membeli buku dan meminjam dari perpustakaan sekolah, maka dengan penuh semangat sepulang dari sekolah penulis langsung banyak belajar dan berbagai metode penulis perguankan untuk mendidin anak didik tersebut.
Sebagai daerah yang terpencil yang dimana pada waktu itu belum semua anak didik bisa berbahasa Indonesia dengan benar, sementara juga penulis tidak bisa berbahasa daerah dengan sempurna , maka dengan usaha yang keras penulis terus belajar bahasa Pakpak, maka penulis bisa menguasainya dan mengajar sedikit penulis campur dengan bahasa Pakpak. Maka ini mempermudah anak didik untuk mengerti apa yang saya sampaikan.
Dari segi bahasa juga penulis menjelaskan dengan baik, maka siapa yang saya anggap dari siswa tersebut bisa mengerti dan dengan cukup jelas tentunya melalui tes maka penulis menjadikan siswa tersebut menjadi guru dan bahasanya mungkin lebih mudah dipahami oleh anak didik, dalam hal ini dikenal istilah tutor sebaya, terbukti mereka bisa mengerti dan memperoleh nilai yang cukup baik.
Dalam materi sejarah penulis juga sempat mengalami kendala, apabila penulis menggunakan metode ceramah penulis melihat anak-anka tersebut cepat mengantuk ini faktor karena tempat tinggal mereka jauh dari sekolah dan kurangnya asupan gizi bagi mereka, maka penulis selalu menyarakan banyak-banyak makan buah dan sayur karena daerah Pakpak adalah daerah pertanian yang banyak kita temukan buah dan sayuran maka mereka juga bisa menerima ini, dan dalam materi sejarah penulis sering menggunakan metode dram, dimana yang menjadi pemeranya adalah mereka, maka mereka dengan penuh semangat mempelajarinya dan mempraktekkan apa yang tertulis dari buku.



Gambar 1 : Siswa mempresentasikan hasil daur ulang, dalam pembelajarn IPS Mengenai Lingkungan
Dari hasil peran tersebut saya selalu menyarankan untuk mendalami peran dan merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh tersebut, ini berhasil karena mereka akan lebih menghargai jasa para pahlawan karena mereka merasakan apa yang dirasakan oleh para pahlawan tersebut, dan mereka terkadang ada yang sampai menitikkan air mata, karena merasa sedih atas penderitaan pada masa lampau tersebut, ini juga memunculkan karakter yang baik bagi anak didi tersebut dan semakin mencintai tanha airnya dan bisa menghargai jasa para pahlawan.
Dalam bidang geografi penulis selalu melibatkan alam dalam proses pembelajaran, contohnya mengenai lingkungan  hidup, selalu mengamati lingkungan sekitar, begitu juga dari melihat cuaca dan iklim penulis selalu melibatkan alam sebagai media pembelajaran. Hal lain dalam lingkungan yaitu bagaimana melestarikan lingkungan penulis selalu mepraktekkannya dalam lingkungan sekolah dimana disekolah selalu dibuat lomba-loma mengenai lingkungan hidup, dan untuk mengurangi sampah kami selalu melakukan daru ulang dan menggunkan kembali sampah tersebut, dalam materi IPS ada mengenai pelestarian lingkungan hidup maka anak didik dituntut secara langsung untuk melakukan pelestarian lingkungan yaitu membuat barang-barang kerajinan yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari terbukti ini sudah merupakan budaya dalam lingkungan sekolah penulis tempat mengajar dimana setipa ada kegaiatn perayaan sekolahs selalu diadakan lomba daur ulang sampah.
Pada tahun 2011 utusan dari sekolah penulis mengajar penah menjadi duta sanitasi Sumatera Utara, dimana duta tersebut diperoleh dari hasil seleksi seluruh siswa di Provinsi Sumatera Utara, selama mengikuti lomba tersebut yang menjadi pembimbingnya adalah penulis, sehingga dari seluruh Provinsi sumatera Utara yang terpilih adalah 3 orang , adapun kriteria penilainya adalah dari karya tulis yang dihasilkan dan cara mempresentasikan di depan juri. Adapun nama dari sekolah penulis adalah Hutri Chika Berutu yang dimana anak didik tersebut sudah samapi ke istana Presiden, ini merupakan pengalaman penulis dalam membimbing siswa dimana selama ini sellau ditanamkan bagaimana mencintai lingkungan dan menghargai lingkungan tersebut.
          Dalam pelajaran IPS, selama ini penulis juga mencari bagaimana metode yang baik agar pelajaran tersebut menarik bagi anak didik, dalam pelajaran IPS khususnya materi sejarah selain bermain drama, penulis juga menerapkan metode 5 W + 1 H, dimana ini mempermudah anak didik mengerti akan pelajaran yang kita sampaikan, dimana caranya kita buat kartu permainan, jadi mereka belajar sambil bermain dan denagn cara ini saya merasa lebih cepat menyampaikan pelajaran tersebut dan anak didik didik juga  juga lebih cepat memahami pelajaran yang saya sampaikan, dan anak didik memperoleh nilai yang bagus.    
          Dalam pelajaran IPS selain memberikan teori-teori pelajaran penulis juga menyisipkan mengenai penanaman nilai-nilai karakter dalam diri anak didik, karena dalam menghadapi perubahan zaman sekarang dan pergeseran nilai-nilai karakter maka sangat perlu ditanmakan nilai tersebut kepada seluruh anak didik.
          Untuk melatih anak didik mengenai perekonomian secara nyata , maka penulis juga menerapkan pembelajaran lapangan, misalnya dalam materi pasar, harga keseimbangan penulis selalu menugaskan anak didik untuk langsung berkunjung ke pasar dan langsung melakukan wawancara terhadap para pedagang yang mereka jumpai di pasar, dengan hal ini anak didik mengetahui harga-harga dipasar dan mengetahui secara praktiknya bagaimana proses terjadinya harga keseimbangan tersebut, dari tugas ini anak diidk diajari bagaimana menawar barang di pasar, bagaimana etika bertanya, dan etika berjualan, semua ini didapat anak didik dari lapangan  yaitu pasar tanpa harus ada pertemuan tatap muka dengan guru.
          Untuk materi ketenagakerjaan penulis menerapkan membuat kliping mengenai ketenagakerjaann, yaitu masalah-masalah mengenai ketenagakerjaan, dari kliping yang diambil dari media koran dan majalah, maka anak didik mengetahui permasalahan tenaga kerja tersebut dan anak didik dirangsang bagaimana solusi dari permasalah yang dihadapi tersebut, dari sini anak didik mendapat pengetahuan mengenai ketenagakerjaan tersebut, contoh permasalahan yang ditemui yaitu banyaknya tenaga kerja Indonesia yang disiksa diluar negeri, dari sini anak diidk menganalisa dan mendiskusikan apa penyebab dari masalah tersebut, pada umumnya yang disiksa adalah tenaga kerja yang masuk kenegara tersebut melalui jalur tidak resmi dan biasanya tanpa ada pelatihan sebelum diberangkatkan ke negara asing tersebut, dari masalah ini anak didik akan mengambil kesimpulan bahwa setiap tenaka kerja yang hendak mencari pekerjaan  harus memiliki nilai jual dan memiliki keahlian dan harus mempunyai dokumen resmi.
          Sebagi guru IPS juga menugaskan siswa untuk mencari sebanyak-banyaknya lowongan pekerjaan di media massa, dari hasil ini anak didik ditugaskan untuk menganalisa syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut, dengan melihat hal ini maka siswa akan lebih tertantang untuk mempersiapkan dirinya sesuai dengan syarat  yang dibutuhkan.
          Dalam era teknologi yang semakin canggih, penulis juga dalam mengajarkan IPS sudah menggunakan teknologi yaitu video, dalam pelajaran IPS saya menggunakan video yaitu dalam materi sejarah, karena dengan adanya video ini anak didik lebih mudah memahami materi tersebut karena meraka langsung melihat dibanding dengan metode konvensional atau bercerita.
          Selain mengajar bidang studi IPS penulis juga mengajarkan bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi, bermodalkan pengetahuan penulis a mengenai TIK yang sudah dimulai sejak SMK dan kuliah, maka tidak ada kendala yang berarti yang penulis hadapi dalam m,engajarkan TIK tersebut, yang menjadi kendala adalah mengenai sarana dan prasarana, namun dalam hal ini saya tidak mau menyerah begitu saja dengan keadaan, ketika penulis awal mengajar TIK yang ada komputer hanya 1 (satu) unit, maka penulis mengambil strategi yaitu untuk lebih cepat mengenal dan menggunakan tuts komputer maka penulis tugaskan siswa untuk menggambarkan keyboard dikertas karton yang besarnya sebesar keyboard yang sebenarnya dan menugaskan untuk menggunakannya keyboard tersebut di rumah masing-masing dengan luar kepala atau tutp mata tamnpa meliha keyboard tersebut, dan untuk mempermudah anak didik dalam mengenal tampilan komputer misalkan MS.Word dan MS.Excel maka saya mencetak tampilanya dan anak didik melihat dan memahaminya, saya memiliki laptop pribadi dan infocus sekolah ada 1 unit, maka komputer yang satu tersebut menjadi bahan praktek bagi siswa dan laptop tersebut penulis hubungkan terhadap infocus yang ada, jadi siswa lebih mudah menerima apa yang penulis sampaikan.
Gambar 2. Penulis sedang membimbing siswa dalam Pelajaran TIK

          Pada jam istirahat penulis selalu mengundang anak didik tersebut ke  ruangan komputer dan mereka sangat antusias untuk mengikutinya, dan terkadang mereka rebutan siapa yang duluan ingin menggunakan komputer tersebut. Penulis sangat senang melihat keadaan ini walaupun pada waktu itu komputer hanya 1 unit. Dan sekarang bisa penulis lihat hasilnya bahwa anak-anka didik tersebut sudah sangat bisa menggunakan komputer dengan baik dan benar walaupun tidak didukung dengan peralatan yang memadai.
          Untuk menghindari rasa bosan aank didik terhadap apa yang penulis ajarkan, sering penulis gunakan alam sebagai tempat pembelajaran, anak didik penulis bawa keluar kelas dan belajar dilapangan ynag hijau dan sejuk, ini membuat siswa penulis lebih semangat dalam mengikuti pelajaran.
          Ilmu Pengetahuan Sosial, adalah salah satu bidang studi yang dilombakan dalam olimpiade sains nasional, ini dimulai pada tahun 2010, dalam pengalaman penulis sebagai guru IPS, dan penulis sebagai guru IPS dipercayakan menjadi pembina olimpiade mulai tahun 2011, dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dari mulai tahun tersebut sekolah penulis tempat mengajar selalu menjadi utusan kabupaten untuk ketingkat provinsi untuk mengikuti olimpiade bidang studi IPS, pada tahun 2011, bidang studi IPS lulus dengan nilai passing grade, pada tahun 2012,2013,2014 selalu menjadi juara di  tingkat kabupaten.
Sebagai langganan pemenang olimpiade IPS, ada berbagai cara yang penulis buat, yaitu dengan menyeleksi peserta terlebih dahulu, jadi tidak ada sistem cabut, selalu dilakukan seleksi yang ketat untuk mencapai hasil yang terbaik, dan pertama-tama harus didata siapa yang berminat dibidang IPS dan penulis bina, dan setiap bulanya kita lakukan pengurangan terhadap peserta OSN tersebut, dan dengan cara ini maka anak didik akan terus memotivasi dirinya untuk menghindarinya dirinya digugurkan dalam club olimpiadfe tersebut, terbukti dari hasil yang diperoleh.
Selain sebagai guru, penulis juga pernah mendapat tugas tambahan sebagai Pembantu Kepala Sekolah urusan Kesiswaan, PKS Kesiswaan dituntut betul untuk memahami seluruh anak didik, dan untuk mempersiapkan setiap lomba ini merupakan tugas pokok PKS Kesiswaan, maka untuk menjalankan tugas ini penulis selalu berusaha mempersiapkannya secara matang, informasi adalah salah satu hal sangat perlu, dalam hal ini saya sebagai PKS Kesiswaan selalu bersaha memperoleh informasi yang akurat dari Dinas Pendidikan menganai jadwal lomba yang akan diadakan, dengandiketahuinya jadwal lomba tersebut maka akan mempermudah dalam mempersiapkan seluruh hal yang diperlukan. Pepatah Indonesia mengatakan “ persiapan yang baik aadalah kunci keberhasilan”., maka penulis sebagai PKS urusan kesiswaan selau membuat persiapan yang matang dalam menghadapi setiap lomba, terbukti sekolah penulis tempat mengajar dari segi prestasi selalu menjadi nomor satu dan selalu disegani oleh sekolah-sekolah yang lain di lingkungan kabupaten Pakpak Bharat.
Pada tahun 2011, penulis diangkat sebagai PKS Kurikulum, sebagai guru yang memiliki tugas tambahan PKS kurikulum selain berhubungan dengan siswa,  penulis juga dituntuk untyuk berhubungan secara kerja terhadap guru-guru disekolah. Adapun strategi yang penulis ambil dalam mengumpulkan hasil kerja rekan guru, maka yang pertama penulis bereskan adalah diri saya sendiri, contohnya dalam pengumpulan perangkat pembelajaran, soal dan kisi-kisi, maka penulis akan mengumpulkan pekerjaan tersebut dengan cara penulis memegang RPP, soal, dan kisi-kisi saya, sehingga rekan-rekan guru dapat melihat langsung bahwa penulis yang terlebih dahulu beres, jadi selama ini tidak ada kendala dalam tugas penulis sebagai PKS kurikulum.
Penulis adalah guru yang tidak bisa lepas dari dunia internet, jadi untuk mencari bahan ajar, peraturan perundang-undangan mengenai pendidikan selalu penulis update melalu dunia internet tersebut, ini sangat membantu pekerjaan saya sebagai guru dan penerima tugas tambahan PKS Kurikulum, walaupun ditempat penulis untuk akses internet masih sangat lambat, tetpai ini tidak mermbuat saya putus asa.
Penulis sangat semangat dalam tugas penulis sebagai guru dan penulis sangat mencintai profesi  ini, dan penulis sebagai guru penulis ingin selalu ingin berprestasi, karena apabila guru berprestasi maka akan memotivasi kita untuk melakukan yang terbaik dan akan menghasilkan anak didik yang berprestasi juga ini sudah penulis alami dan penulis buktikan, terbukti Kepala sekolah penulis tempat mengajar sekarang terpilih menjadi juara 1 kepala sekolah berprestasi dan penulis sebagai rekan bapak tersebut terpilih menjadi juara 1 dan anak didik yang kami bimbing juga telah banyak meraih juara, dan yang sangat membanggakan adalah terpilihnya anak didik kami menjadi duta sanitasi Sumatera Utara yang berangkat ke Jakarta.
C.    Prestasi dalam pengembangan profesi
                        Guru sebagai tenaga pendidik dituntuk untuk belajar, seperti pepatah mengatakan pendidikan sepanjang masa, untuk itu guru dituntut terus belajar dan berusaha untuk mengembangkan pengetahuanya.
                        Menurut Permeneg PAN dan RB no.16 tahun 2009, seorang guru dapat melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui tiga komponen yaitu : 1) melaksanakan pengembangan diri, 2) melakukan publikasi ilmiah dan 3) menemukan dan menciptakan karya-karya inovative.
                        Selama menjadi guru  6 tahun, berikut prestasi pengembangan profesi yang saya lakukan :
No
Nama Kegiatan
Materi PD/Kompetensi
Peran Guru
Waktu/Jam PD
Nama Fasilitator
Tempat Kegiatan
Institusi Penyelenggara
1
Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan tenaga Kependidikan  melalui Program Revitalisasi MGMP
Kurikulum KTSP
Peserta
2008/32 Jam
LPMP Sumut
Salak
LPMP Sumut
2
Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan tenaga Kependidikan  melalui Program Revitalisasi MGMP
Kurikulum KTSP,PTK,Lesson study
Peserta
2009/30 Jam
LPMP Sumut dan pengawas Kabupaten Pakpak Bharat
Salak
Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat
3
Pendidikan dan pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil
Jabatan Pegawai Negeri Sipil
Peserta
2009/132 jam
BKN Sumut
Medan
BKN Sumut
4
MGMP SMP N 1 STTU JULU
Kurikulum KTSP
Sekretaris
2010/ 24 Jam
Pengawas dan Guru
Singgabur
SMP N 1 STTU JULU
5
Edukasi Kepedulian SMP
Sanitasi
Peserta
2011/24 Jam
Dinas Kesehatan SUMUT
Medan
Satker Pengembangan PLP Sumut
5
Jambore Pendidikan Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup
Peserta
2011/ 24 jam
Dosen Unimed
Karo
BLH Sumut
6
Pelatihan Membuat Karya Tulis Ilmiah Bagi Golongan III dan IV
Pembuatan Karya Tulis Ilmiah
Peserta
2012/ 24 Jam
LPMP Sumut
Salak
DisPen Kab.Pakpak Bharat
7
Pelatihan OSIS,LDK dan Motivasi Spritual (Pendidikan Karakter)
OSIS,LDK dan Motivasi Spritual (Pendidikan Karakter)
Peserta
2012/24 jam
Dosen Unimed
Medan
DisPen Provinsi Sumut
8
Seminar Sehari GP-Tendik
GP-Tendik
Peserta
2012/ 8 jam
Ketua GP-Tendik
Salak
GP-Tendik
9
Konprensi PGRI
Memantapkan Konsolidasi Organisasi Untuk meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Guru yang profesional,Sejahtera dan Terlindungi
Peserta
2013/ 8 jam
LPMP Sumut
Salak
PGRI
10
Pembekalan Operator Pengelolaan Informasi Pendidik dan tenaga Kependidikan (PTK)
Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan, Penjaminan Mutu Pendidikan dan strategi Pemenuhan SPM/SNP
Peserta
2013/30 Jam
Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan LPMP Sumut
Medan
Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan LPMP Sumut
11
Sosialisai Kurikulum 2013
Kurikulum 2013
Peserta
2013/ 14 jam
LPMP Sumut
Salak
DisPen Kabupaten pakpak Bharat
12
Workshop Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Tingkat SMP
Kebijakan,Instalasi,Dapodik 2013, Kebijakan Implementasi Kurikulum 2013
Peserta
2013/32 jam
Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Dirjen Dikdas
Medan
Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Dirjen Dikdas


                        Selain pengembangan profesi diatas penulis telah membuat karya tulis ilmiah berupa PTK dan Karya tulis makalah, selain itu saya juga memilik blog pribadi (terlampir).
D.    Prestasi dalam Aktivitas pembimbingan siswa,pengembangan diri
1.      Pembimbingan Siswa
a.       Mendapatkan penghargaan
No
NAMA KEJUARAAN
TINGKAT
TEMPAT DAN WAKTU
SKOR
1
Lomba Karya Tulis dan Karya Poster
Provinsi
Medan, 2012

2
Olimpiade Sains Nasional ( OSN) Bidang.IPS
Kabupaten
Pakpak Bharat,2011

3
Olimpiade Sains Nasional ( OSN Bidang.IPS
Kabupaten
Pakpak Bharat,2012

4
Olimpiade Sains Nasional ( OSN) Bidang.IPS
Kabupaten
Pakpak Bharat,2013

5
Olimpiade Sains Nasional ( OSN Bidang.IPS
Kabupaten
Pakpak Bharat,2014

6
Lomba Pengetahuan Lingkungan Hidup
Kabupaten
Pakpak Bharat,2011

7
Lomba Pengetahuan Lingkungan Hidup ( Puisi Lingkungna Hidup )
Provinsi
Berastagi,2011

8
Lomba Pengetahuan Lingkungan Hidup
Kabupaten
Pakpak bharat, 2013

9
Lomba Mengarang Koperasi
Kecamatan
Singgabur, 2014

10
Lomba Tangkas Tangkas Trampil
Kabupaten
Pakpak Bharat, 2014


b.      Tidak Mendapatkan penghargaan
NoNo
Nama kegiatan
Tempat
Lama Pembimbingan

11
Olimpiade Sains Nasional ( OSN) Bidang.IPS
Provinsi
Medan,2011

12
Olimpiade Sains Nasional ( OSN Bidang.IPS
Provinsi
Berastagi,2012

13
Olimpiade Sains Nasional ( OSN) Bidang.IPS
Provinsi
Berastagi,2013

14
Olimpiade Sains Nasional ( OSN Bidang.IPS
Provinsi
Berastagi,2014

15
Lomba Karya Tulis dan Karya Poster
Nasinal
Jakarta, 2011





















BAB III
PRESTASI DALAM BERKELUARGA DAN BERMASYARAKAT
A.    Prestasi dalam Berkeluarga
                        Pada tanggal 15 Mei 2011, penulis dipersatukan dalam ikatan pernikahan suci dengan seorang perempuan cantik,baik,dan memiliki pengetahuan rohani yang cukup baik, yaitu Tettyi Ristawati Purba,SE, dia adalah seorang perempuan yang cerdas dan lahir dari keluarga yang menerapkan pentingnya arti pendidikan tersebut dan dia alumni dari Fakultas Ekonomi USU jurusan Akuntasi, dan dia bekerja di Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat di Dinas Pendapatan,Keuangan Dan Pengelolaan Aset daerah di bidang anggaran, dia adalah perempuan yang sibuk dalam dunia pekerjaannyatetapis aya bangga memiliki dia karena dia selalu menyeimbangkan dunia pekerjaan dengan dunia keluarga.
                        Selama kami berkeluarga hidup kami dipenuhi dengan kebahagiaan dan keharmonisan walaupun terkadang ada perbedaan pendapat itu tidak membuat kami menjadi bermasalah, justru disitu kami belajar mengeluarkan pendapat dan menerima satu dengan yang lain.
                        Pada tanggal 1 April 2012, kami dianugerahi harta yang sangat berharga yaitu seorang putra yang sehat dan tumbuh dengan sempurna yang kami beri nama Christelgo Gabe Hezekiel Butarbutar, dimana anak kami ini sampai sekarang tumbuh dengan cerdas dan patuh sama orang tua, sekarang dia berumur 2 tahun 2 bulan, diusianya tersebut anak kami ini sudah kami lihat tumbuh menjadi anak yang pintar, dia sudah bisa menyayanyikan puluhna lagu anak-anak, dan setiap malam kami selalu bernyanyi bersama dan membacakan dongeng anak-anak. Dalam setiap tidurnya kami selalu membisikkan ketelinganya :’ menjadi anak yang baik ya nak,cerda,sehat dan pemenang olimpiade nanti ya kalau sudah besar” itulah harapan kami kepada anak kami nantinya ketika dia sudah sekolah.


B.     Prestasi dalam bermasyarakat
            Kami telah memiliki sebuah rumah yang sederhana yang berada diperkampungan masyarakat yang multi ras, kami hidup bahagia di lingkungan kami, karena masyarakatnya masih memegang teguh adat-istiadat dikampung tersebut, dimana budaya tegur sapa satu sama lain masih terpelihara, budaya gotong royong juga sangat terasa, ini sudah saya alami dimana pada waktu itu kami membuat acara syukuran memasuki rumah baru, meskipun kami di tempat tinggal kami sekarang pendatang dan belum terlalu banyak yang kami kenal karena masih sangat baru tinggal dikampung namun pada acara tersebut tetangga dan masyarakat sekitar ikut membantu kami dalam mempersiapkan acara tersebut, dan acaranya berjalan dengan baik dan lancar berkat dukungan masyarakat sekitar, begitu juga apabila ada tetangga kami yang mengalami suka dan duka kami selalu ikiut ambil bagian dalam acara tersebut.
Dalam bidang kerohanian, penulis juga aktif dalam gereja, 2 kali dalam seminggu penulis dan istri penulis sellau mengikuti latihan paduan suara gereja, karena kami anggota paduan suara tersebut, saya sebagai suara tenor dan istri penulis sopran, kami sangat menikmatinya dan penulis juga selalu dalam kepanitiaan acara-acara gereja.
Kami juga aktif dalam perkumpulan marga yang ada disekitar kami, kami memasuki dua perkumpulan marga dan penulis sebagai salah satu pengurus dalam perkumpulan marga tersebut, kami sangat bahagia disela-sela kesibukan kami dalam bekerja, kami juga menjalin silaturahmi dengan masyarakat yang ada disekitar kami tinggal.
Untuk membantu sesama manusia, kami juga memiliki anak asuh yang kami ambil dari keluarga yang tidak mampu, dimana anak tersebut anak yang pintar namun kurang mampu dalam perekonomian maka kami menyekolahkan dia dan tinggal bersama kami, dan dia sudah duduk di kelas X SMA Negeri 1 Salak.



BAB IV
HARAPAN DAN RENCANA KEGIATAN MASA DATANG
A. Harapan
                        Dalam dunia pendidikan yang penulis harapkan adalah adanya kerjasama yang baik antara anak didik, guru, orangtua anak didik, dan masyarakat sekitar sekolah. Dengan adanya kerjasama yang baik akan mempermudah semua pihak dalam mewujudkan tujuan pendidikan tersebut. Karena keberhasilan pendidikan tersebut tidak semata-mata hanya tanggungjawab guru, tetapi ada banyak faktor yang mendukungnya.
                        Dunia pendidikan sangat dibutuhkan tenaga pendidik dan kependidikan, maka sudah seharusnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan benar-benar orang yang mencintai dunia pendidikan tersebut dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pendidikan tersebut, dan harus mencintai anak-anak didik layaknya seperti anak kandung sendiri, sehingga ada rasa tanggungjawab yang besar, karena melihat dari berbagai media sekarang sangat banyak tenaga pendidik yang melakukan perbuatan tercela, ini terjadi karena tenaga pendidik tersebut tidak menganggap anak didik tersebut sebagai anak kandungnya sendiri. Dan sangat diperlukan juga pendidikan karakter bagi tenaga pendiidk atau guru tersebut.
                        Pemerintah pada saat sekarang ini sudah menghargai guru-guru berprestasi melalui program pemilihan guru berprestasi, harapan penulis hendaknya program ini bisa berkelanjutan agar guru-guru terus termotivasi dalam meningkatkan kompetensinya, dengan pemilihan guru berprestasi tersebut maka guru akan semangat dalam menjalankan tugasnya yang berdampak positif juga terhadap prestasi anak didik, seperti judul makalah ini prestasi guru, prestasi siswa.




2. Rencana Kegiatan Dalam Upaya meningkatkan mutu pendidikan
A.    Penulis mempunyai rencana dalam melanjutkan studi penulis yaitu ingin melanjutkan sekolah S-2, karena menurut penulis ini sangat perlu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di sekolah tempat penulis mengajar pada saat ini.
B.     Penulis berencana membentuk club olimpiade sains tingkat kabupaten, mengingat dari segi usia kabupaten Pakpak Bharat masih berusia 10 tahun, masih tergolong usia yang masih muda, dan saya bertekad ingin memberangkatkan anak didik saya menuju olimpiade sains nasional sampai ke tingkat nasional, karena untuk sekarang ini saya masih membentuk club olimpiade sains tingkat sekolah saja.
C.     Terus belajar,belajar,dan belajar
D.    Penulis berkeinginan membuka suatu Yayasan Pendidikan terutama untuk memciptakan pendidikan yang berdaya saing.











PENUTUP

                        Guru yang berprestasi adalah guru yang memiliki nilai lebih dengan guru-guru lain baik dari segi kompetensi yang dimiliki guru, tingkah laku dan penampilan, karena guru adalah model terutama bagi siswa, rekan guru dan masyarakat sekitar.
                        Guru yang berprestasi akan melakukan dan memberikan pengajaran yang terbaik bagi siswa, berusaha bagaimana membuat siswa yang diajar akan lebih baik ketika dia belum belajar.
                        Guru berprestasi akan memberikan teladan bagi siswa, mengayomi siswa serta melindungi siswa layaknya anak kandungnya sendiri.
                        Guru berprestasi akan menciptakan siswa-siswi berprestasi juga. Karena  guru berprestasi  bukan hanya dinilai dari seberapa lama dia bekerja, bukan hanya dinilai dari kemampuan akademiknya, namun guru berprestasi dilihat dari berbagai kompetensi, apabila kompetensi yang dimiliki guru termasuk kategori baik maka siswa akan berprestasi, mari kita guru mengukir banyak prestasi agar siswa kita berprestasi juga.
                        Demikianlah makalah singkat ini saya susun, apabila ada dalam makalah ini ditemukan salah kata penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya, kiranya penulis bisa terpilih menjadi guru berprestasi untuk bisa membanggakan orang-orang disekitar penulis.

P



Artikel Terkait

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon