9/24/2018

PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN TIK DENGAN MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR

PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN TIK DENGAN MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) suatua kurikulum yang akan menjadi kenangan  dan menjadi catatan sejarah dalam dunia pendidikan sebagai kurikulum yang pernah berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan secara bertahap berganti dengan kurikulum 2013, namun sebagian sekolah di Indonesia masih menerapkan KTSP, termasuk sekolah tempat penulis   mengajar untuk kelas VIII (delapan) dan kelas IX (Sembilan) masih menerapkan KTSP.  Dalam KTSP untuk mata pelajaran IPS  tingkat SMP  adalah perpaduan dari beberapa cabang ilmu sosial yaitu geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya ( Brahim, 2010:6) bermaksud bahwa IPS tersebut tidak diajarkan secara terspisah walaupun dalam kenyataan dilapangan bahwa guru IPS masih mengajarkannya belum terpadu.
Kemdikbud

Guru yang mengajarkan IPS di SMP umumnya bukan berlatar belakang pendidikan sarjana guru IPS, namun kebanyakan adalah sarjana pendidikan jurusan sejarah, ekonomi, geografi atau sosiologi. Sebagai sarjana pendidikan ekonomi akuntansi misalnya akan menemukan sedikit hambatan bagaimana metode mengajarkan materi sejarah agar mudah dipahami oleh siswa. Perlu adanya usaha yang kuat dari seorang guru untuk menemukan, mempelajari dan menerapkan metode yang sesuai untuk mengajarkan IPS khususnya materi yang berhubungan dengan sejarah. Metode  sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran (Kemdikbud, 2017:9). Dengan pemilihan kesesuaian metode dengan materi akan membuka pintu tujuan pembelajaran tercapai. Banyak siswa didapati ketika materi yang berhubungan dengan sejarah mengantuk dan diam terpaku seperti kembali ke masa kejadian masa lampau. Ketika guru melakukan ceramah maka siswa dengan duduk manis mendengarkan cerita guru. Siswa merasa materi sejarah kurang bisa membawa mereka kedalam peristiwa sejarah. Metode ceramah tidak banyak menyediakan ruang bagi siswa agar ikut ambil bagian. Kurangnya perbendaharaan guru mengenai metode pembelajaran merupakan kendala untuk mengajarkan materi yang berhubungan dengan sejarah salah satu faktor siswa mudah bosan mendengarkan materi itu. Tujuan pembelajaran yang direncanakan akan digapai, mengikat erat dengan metode  yang dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan belajar bukanlah semata-mata menyampaikan materi pelajaran. Proses belajar hendaknya mengubah cara pandang dan pemahaman setiap siswa dan mampu memiliki empati mengenai perjuangan masa lampau. Setiap mata pelajaran memiliki sasaran dampak yang akan dicapai, Ilmu Pengetahuan Sosial mengandung salah satu tujuan  agar peserta didik memiliki kemampuan komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan ( Brahim,2010:6) dengan demikian hendaknya setelah pembelajaran IPS ada suatu rasa yang mebelenggu siswa atas kejadian tersebut sehingga ada minat lebih dalam lagi mau menggalinya.

Banyak orang beranggapan apabila mudah dalam menghapal maka akan mudah untuk memahami dan menguasai ilmu sosial, dalam kenyataannya bahwa IPS bukan hanya semata untuk mengingat tetapi hendaknya dengan mempelajari IPS  akan menetaskan bagaimana menemukan solusi dalam sebuah benturan dalam kehidupan sosial. Banyak ditemukan siswa yang tidak suka hafalan akan pertama apatis dalam mengikuti pelajaran IPS.

Faktor-faktor yang mengakibatkan kurang berhasilnya proses pembelajaran IPS berdampak terhadap hasil belajar siswa. Perlu beberapa upaya kuat dan motivasi besar guru bagaimana masalah-masalah seperti yang ditemukan diatas bisa dirubah menjadi potensi untuk masa yang akan datang. Waktu terus berlari dan tidak untuk kembali, kemajuan teknologi ikut berlari beriringan dengan waktu. Sudah masanya guru mengikat kegiatan belajar mengajar dengan teknologi menjadi barang komplementer agar beriringan dengan keinginan siswa pada era teknologi. Guru masih banyak ditemukan belum berdamai dengan teknologi dalam melaksanakan profesinya, hal ini diperhadapkan dengan keadaan siswa yang tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi khususnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Apabila guru belum mampu berdamai dan bersahabat dengan teknologi maka pembelajaran akan sulit diterima oleh siswa. Ibarat pedagang harus bisa melihat pangsa pasar agar memenangkan persaingan usaha, begitu juga dengan guru harus bisa berlari dengan kemajuan teknologi dengan memperhatikan dampak positif dan meminimalkan dampak negatifnya, teknologi harus dikawinkan dengan proses pembelajaran.

SMP Negeri 1 Sitellu Tali Urang Julu sebuah lingkungan sekolah yang asri, taman belajar bagi siswa yang  berlatar belakang anak petani, siang sepulang dari sekolah akan diminta orangtua agar menyusul keladang untuk membantu mengolah lahan pertanian. Ketika matahari terbenam akan kembali beraktifitas untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah temasuk mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolah. Terbayang dalam pikiran, raga yang sudah letih untuk melanjutkan pelajaran dirumah untuk besok datang kesekolah melanjutkan investasi yang akan dituai pada masanya.
Materi pelajaran IPS yang bertemakan sejarah, memerlukan metode yang jitu untuk membawa emosi siswa untuk bersimpati,empati, bahagia. Membangkitkan pastisipasi siswa sangat sulit jika menerapkan metode ceramah satu arah. Untuk itu perlu diperlukan metode diskusi dan bermain peran (Kuper) yang membuat siswa gembira, memahami makna perjuangan dari berbagai daerah berbantuan media kamera dan audio visual (Kavis), karena hal ini sangat mudah dipahami oleh siswa, dan menarik keinginan siswa untuk mempelejari lebih dahsyat mengenai.

Dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dapat merangsang minat siswa/siswi untuk mau belajar dengan cara kekinian. Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui PUSTEKKOM menghadirkan portal rumah belajar sebagai sahabat guru, siswa/siswi, orangtua untuk belajar lebih menarik dengan cara kekinian, berbagai fitur ditemukan di portal rumah belajar tersebut. Penasaran tentunya. Untuk itu kunjungi laman Https://belajar.kemdikbud.go.id

PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN TIK DENGAN MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon