5/15/2019

Tantangan Guru IPS Mewujudkan Generasi Yang Memiliki Keterampilan Abad 21


Tantangan Guru IPS Mewujudkan Generasi Yang Memiliki Keterampilan Abad 21
Duta Rumah Belajar

Ditulis Oleh :
Romulus Butarbutar,S.Pd
SMP Negeri 1 Sitellu Tali Urang Julu

        Berhasilnya pendidikan diperlukan upaya yang dahsyat dari berbagai pihak, termasuk guru, pemerintah, orangtua, lingkungan sekitar. Guru memegang peran yang besar dalam mewujudkan pendidikan yang bermartabat dan berdaya saing. Guru harus mengerahkan segala potensi yang ada demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Pada pembelajaran kurikulum 2013, dituntut pembelajaran yang berpusat pada siswa bukan berpusat pada guru. Bagaimana menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai dengan efektif, maka perlu dukungan dari segala penjuru. Guru dituntut untuk menjadi pribadi yang terus mau mengembangkan diri dengan menggunakan berbagai cara agar kemampuan dan kompetensi guru  naik ke level yang lebih tinggi. Pembelajaran di kelas sangat dipengaruhi oleh strategi apa yang dimiliki oleh guru. Ditengah derap langkah kemajuan teknologi yang tidak dapat terbendung, siswa-siswi terus menceburkan dirinya dengan kemajuan teknologi, yang tidak memiliki sekat  Apabila siswa-siswi sudah menceburkan dirinya kedalam kemajuan teknologi, bagaimana dengan guru haruskan menghindar apalagi mengambil jarak dengan kemajuan teknologi tersebut ?.
     Di komunitas penulis yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata pelajaran) IPS yang pada saat itu hadir 25  orang guru yang seluruhnya adalah berpendidikan Sarjana (S1), dari jumlah itu, dilakukan wawancara sederhana, hasilnya adalah lebih dari setengah guru belum mampu memindahkan photo yang ada di telepon pintar ke laptop, begitu sebaliknya. Dari hal ini bisa kita lihat gambaran dari guru tersebut dalam menguasai teknologi. Sehari-harinya telepon pintar ada ditangan guru namun belum menguasai semaksimal mungkin. Setelah dilakukan berbagi pengetahuan cara memindahkan photo ke laptop, ternyata meraka berpendapat ternyata cukup mudah dipahami dan dilakukan, Yang menjadi hal perenungan bagi kita,  mengapa hal itu bisa terjadi ?. Sudah seharusnya guru memanfaatkan komunitas yang ada untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman mengajar di sekolah, begitu juga halnya dengan bagaimana mengajarkan keterampilan abad 21 tersebut  bisa di mulai berdiskusi dalam komunitas MGMP.
      Dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana peran guru di Indonesia, khususnya guru IPS dalam meningkatkan keterampilan abad 21. Apakah semua guru sudah mengetahui sepertia apa dan bagaimana keterampilan abad 21 ?. Setiap yang ada di bumi ini memilki masa. Begitu pula setiap abad memiliki tuntutan yang berbeda dengan abad sebelumnya lalu seperti apakah keterampilan yang dituntut pada abad 21?.
      Menurut Dorothy: 2008, abad keduapuluh satu abad bagi pembelajar yang berpikir. Sekarang waktu yang menyenangkan sekaligus membingungkan. Dalam banyak cara, kita terjebak ditengah-tengah. Kita tidak mengetahui semua jawaban. Kita bahkan tidak mengetahui semua pertanyaan. Dari pernyataan itu bahwa di abad 21 pembelajar dalam hal ini siswa-siswi kita adalah pribadi yang terus berpikir, maka disinilah guru memainkan perannya untuk mengembangkan kemampuan   agar tercipta generasi bangsa yang memiliki keterampilan abad 21.
       Tantangan masa yang akan datang semakin komplit, bagaimana siswa-siswi yang merupakan generasi bangsa yang akan datang untuk mampu bersaing dan memenangkan persaingan di masa yang akan datang maka perlu dipersiapkan sejak dini. Generasi bangsa mulai dari sekarang harus dibekali dengan keterampilan abad 21, guru IPS harus memahami apa, bagaimana keterampilan abad 21 tersebut. Empat kompetensi yang harus dimiliki siswa di abad 21 yang disebut 4C, critical thinking and problem solving (berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah), creativity (kreativitas), communication skills (kemampuan berkomunikasi), dan ability to work collaboratively (kemampuan untuk bekerjasama), (Kemdikbud:2017). Untuk mecapai keempat keterampilan abad 21 diatas, maka hal ini berhubungan dengan metode, model serta media pembelajaran yang harus diterapkan pada kegiatan pembelajaran. Lalu bagaimana penerapannya dalam kegiatan belajar IPS agar siswa-siswa memiliki keterampilan tersebut, maka berikut penulis akan uraikan :
1.      Critical thinking and problem solving  ( Berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah)
Dalam belajar IPS, menciptakan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, perlu adanya semacam debat yaitu pro dan kontra tentang suatu permasalahan sosial yang dekat dengan kehidupan siswa, misalnya permasalah permukiman yang dekat dengan alisaran sungai, guru IPS dapat membuat suatu kajian masalah tentang penduduk yang tinggal di daerah aliran sungai diperhadapkan dengan sempitnya lahan tempat tinggal. Dengan adanya debat, guru sebagai fasilitator harus mampu memotivasi siswa agar terus menggali pendapatnya terhadap permasalah ini, maka akan bisa memunculkan siswa-siswi yang berpikiran kritis dalam menyelesaikan permasalah penduduk yang tinggal di daerah aliran sungai. Sebagai guru harus mampu mendorong siswa untuk merangkai dan mengungkapkan pendapatnya sendiri mengenai permasalahan yang muncul.
2.      Creativity (kreativitas)
Keterampilan abad 21 adalah keterampilan yang dibutuhkan  dalam menghadapi kehidupan yang komplek dan persaingan yang cukup ketat, membuat  perlu adanya kreativitas agar mampu beda dengan yang lain. Guru IPS dengan berbagai metode harus berupaya bagaimana siswa dapat menyampaikan buah pikirannya yang baru tentang sesuatu yang dapat dimanfaatkan dan berbeda dengan yang lain. Misalkan dalam materi kegiatan ekonomi salah satunya kegiatan produksi, guru IPS dapat mengadakan ujian praktik produksi dengan menerapkan prinsip ekonomi produsen, dengan penilaian utama kreativitas produksi. Dengan hal ini dapat mendorong siswa untuk menciptakan kreativitas ide.
3.      Communication skills (kemampuan berkomunikasi)
Dalam kemampuan berkomunikasi, siswa diharapkan dapat menyampaikan gagasan-gagasan yang ada dalam pemikirannya. Model pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka, pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979:251). Dari pernyataan tersebut metode diskusi sangat berpotensi digunakan untuk menetaskan keterampilan kemampuan berkomunikasi, sekecil apapun gagasan yang disampaikan olek siswa harus kita hargai, dari gagasan yang kecil akan dapat memunculkan gagasaan atau komunikasi yang lebih besar, dan tercipta kemampuan komunikasi yang dapat diandalkan dalam abad 21.
4.      Ability to work collaboratively (kemampuan untuk bekerjasama)
Dalam kemampuan untuk bekerjasama, dituntut adanya saling menghargai pendapat orang lain, dapat menyelesaikan sebuah permasalahan dengan bekerjasama tanpa ada siafat ke aku an, siswa diharapkan mampu bekerjasama dengan siapa saja tanpa melihat latarbelakang siswa tersebut. Dalam hal ini guru IPS dapat membentuk kelompok diskusi yang bersifat heterogen yaitu tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, namum membaginya dengan cara acak agar siswa dapat bekerja sama dengan siapa saja. Guru mendorong siswa untuk dapat bekerja sama dalam menyelasikan tugas. Hal lain juga dapat diterapkan dengan menugasi siswa untuk membersihkan kelas masing-masing dengan kerjasama dengan teman satu kelas agar terbina karakter kerjasama.
       Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek daan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan sosial sudah seharusnya guru IPS mendamaikan proses pembelajaran dengan keterampilan abad 21. Guru IPS harus mampu menyambut dengan tangan terbuka persaingan yang ada yang semakin ketat dalam segala hal, maka sudah saatnya guru IPS terus belajar dan mau memanfaatkan teknologi sebagai sumber pembelajaran. Konsep keterampilan abad 21 sudah cukup bagus untuk mewujudkan generasi yang mampu bersaing di abad 21, konsep yang bagus ini diharapkan dapat mewujudkan siswa yang berdaya saing ketika memasuki dunia nyata. Untuk mewujudkan keterampilan abad 21 ini diharapkan sinergi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan semua stake holder untuk mendorong guru-guru di Indonesia agar lebih memahami konsep 4C, critical thinking and problem solving (berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah), creativity (kreativitas), communication skills (kemampuan berkomunikasi), dan ability to work collaboratively (kemampuan untuk bekerjasama).
       Memanfaatkan media internet adalah salah satu cara yang kekinian dan bermanfaat untuk mendorong guru-guru Indonesia mempelajari mengenai konsep keterampilan abad 21, dan dari sana guru dapat mengembangkan kreativitasnya. Intinya guru harus memulai pembelajaran yang menetaskan keterampilan abad 21,  walau di mulai dari merangkak, namun apabila terus dilangkahkan akan menambah kecepatan pemahamaman guru. Tantangan ini harus dilalui bukan untuk dihindari, semangat merupakan aspek jiwa yang dapat mendorong guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu menciptakan generasi yang memiliki keterampilan abad 21, generasi yang akan membangun negeri tercinta kearah kemajuan.



Artikel Terkait

4 komentar

Happy Weekend para member setia ARENADOMINO,
kali ini kami akan memberikan kepada kalian semua refrensi ,
untuk kalian yang mau mencari situs poker online hanya dengan 1 USER ID KALIAN BISA BERMAIN DI BANYAK GAME ,
kalian bisa bermain bersama ARENADOMINO,
karena ARENADOMINO adalah situs yang terpercaya dan juga situs yang memberikan kalian semua bonus yang besar ,
dan juga berapapun kemenangan yang kalian dapatkan akan di bayarkan lunas, Daftarkan diri kalian sekarang juga bersama ARENA-DOMINO.COM
Untuk keterangan lebih lanjut, segera hubungi kami di:
WA : [+855]964967353
Line: ARENA_01
Ayo tunggu apalagi !!

Kami dari keluarga besar ARENA-DOMINO
Mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1440 H,
Semoga dihari yang istimewa ini akan membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk semua orang ,
Minal ‘aaidiin wal faaiziin , Mohon maaf lahir dan batin .

betul pak.. kita harus mengikuti perubahan sesuai yang ada.. jangan alergi dengan teknologi dan perubahan.. semangat kita pasti bisa..!

Khuswiatun Hasanah-SMPN 117 Jakarta.


EmoticonEmoticon