6/15/2020

Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021 : Zona Hijau Mulai Belajar 13 Juli 2020


Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021 : Zona Hijau Mulai Belajar 13 Juli 2020
Pandemi Covid-19 membuat stakeholder dunia pendidikan untuk bekerja dan berpikir keras bagaimana agar hak kebutuhan dasar dalam bidang pendidikan tetap terpenuhi. Berbagai cara dan kebijakan diambil oleh Pemerintah Daerah sampai Pemerintah Pusat. Untuk itu dihasilkan sebuah Keputusan Bersama antara Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Kementrian Agama, Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri berupa Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru Di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19_
Dalam Surat Keputusan Bersama 4 Kementrian tersebut dijelaskan bahwa daerah  zona hijau  ( dapat melanjutkan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan protokoler kesehatan Covid-19 yang ketat dan memenuhi beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dalam kepetusan bersama tersebut, diputuskan bahwa daerah zona kuning, oranye dan merah tetap melanjutkan proses pembelajaran secara daring.  Dipaparkan daerah dengan zona hijau hanya 6 % (85 Kabupaten/kota) sementara zona kuning, oranya dan merah sebanyak 94 % (429 Kabupaten/Kota) data  per 15 Juni 2020.
panduan penyelenggaraan tahun ajaran baru
Untuk zona hijau proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara bertahap yang dimulai dari jenjang  SMP/MTs, SMA, SMK, MA, MAK mulai pada tanggal 13 Juli 2020, dan 2 bulan (Bulan September) berikutnya diikuti oleh jenjang SD  tahap berikutnya PAUD, TK dan Non Formal ( 2 bulan setelah tahap 2 atau sekitar bulan Nopember 2020). Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021 : Zona Hijau Mulai Belajar 13 Juli 2020
Dalam Keputusan 4 Menteri dijelaskan persyaratan Sekolah yang berada di zona hijau dapat memulai pembelajaran  tatap muka dengan persyaratan sebagai berikut :
  1. Memiliki izin Pemerintah Daerah/ Kanwil/Kemenag. Sekolah yang berada di zona hijau diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka apabila Pemda/Kanwil/Kemenag memberikan izin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka;
  2. Satuan Pendidikan memenuhi semua daftar periksa dan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Adapun daftar periksa kesiapan yaitu ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan ( toilet, wastafel, handsanitizer, dan disinfectant), mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, dll), seluruh warga sekolah wajib pakai masker, memiliki thermogun, membuat MOU/nota kesepakatan bersama komite tentang kesiapan pembelajaran tatap muka;
  3. Orangtua harus setuju untuk pembelajaran tatap muka. Sebelum dilaksanakan pembelajaran tatap muka pihak sekolah harus terlebih dahulu menerima surat pernyataan orangtua yang menyatakan menyetujui anaknya untuk ikut belajar tatap muka.

Dalam pelaksanaan belajar tatap muka perlu diadakan pengaturan kembali jumlah siswa setiap rombongan belajar dengan mengatur kondisi kelas yaitu :
  1. Menjaga jarak dengan pengaturan meja kursi 1,5 meter;
  2. Jumlah maksimal 18 siswa dalam setiap rombel;
  3. Jumlah hari dan jam belajar dengan sistem bergiliran yang diatur oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan poin 1 dan 2.

Sekolah dan madrasah berasrama  pada zona hijau DILARANG  membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi  (dua bulan pertama) . Dalam keputusan bersama dijelaskan juga BOS dimasa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021 : Zona Hijau Mulai Belajar 13 Juli 2020
Demikian rangkuman keputusan 4  menteri  tentang panduan pelaksanaanpembelajaran tahun ajaran  2020/2021.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon